Dugaan Pelanggaran Kampanye Pilkada Boyolali: Semua Saksi Yang Dipanggil Bawaslu Mangkir

Dugaan Pelanggaran Kampanye Pilkada Boyolali: Semua Saksi Yang Dipanggil Bawaslu Mangkir
Kotak kosong Boyolali Pilkada Said-Irawan asn Boyolali netral atas pelanggaran kampanye

Solopos.com, BOYOLALI – Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu Boyolali memanggil saksi, pemberi informasi sementara, dan anggota DPRD Boyolali terkait dugaan pelanggaran kampanye Pilkada Boyolali, Rabu (7/10/2020).

Namun, hingga Rabu sore, belum ada yang menjawab panggilan tersebut. Tujuan pemanggilan tersebut untuk meminta klarifikasi terkait dugaan pelanggaran kampanye Pilkada.

Dugaan pelanggaran berupa penggunaan fasilitas negara untuk kegiatan kampanye oleh anggota DPRD Boyolali berinisial SY. "Untuk menindaklanjuti kasus ini, Bawaslu hari ini mengundang saksi, pemberi informasi awal, dan terlapor," kata Koordinator Bidang Hukum dan Humas Bawaslu Boyolali, Widodo, kepada wartawan, Rabu.

Jenazah pemuda Karanganyar ditemukan di Jebres Solo dengan posisi berpelukan

Namun, hingga Rabu sore tidak ada yang datang menjawab panggilan untuk mengklarifikasi dugaan pelanggaran kampanye Pilkada Boyolali. Bawaslu menunggu hingga Rabu malam.

Jika tidak ada yang datang hingga Rabu malam, Bawaslu akan mengundang kembali pihak terkait. “Kalau hari ini belum datang, kami akan undang sekali lagi dengan baik dan kami berharap semua bisa datang,” ujarnya.

Widodo mengatakan klarifikasi itu untuk mendapatkan informasi dan mengkonfirmasi dugaan pelanggaran tersebut. Setelah melakukan klarifikasi dan mengumpulkan bukti, Bawaslu kemudian akan membawa kasus tersebut ke pembahasan kedua di Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu).

Pencuri Yang Basah Mengambil Uang Rp 4 Juta Dari Kotak Amal Masjid Pasar Legi Solo

Unsur Pidana Pemilu

Dalam diskusi tersebut, Gakkumdu memutuskan adanya dugaan pelanggaran kampanye Pilkada Boyolali memenuhi unsur pidana Pemilu dan termasuk tindak pidana pelanggaran Pemilu, Bawaslu akan melapor ke polisi.

“Namun jika putusan tidak memenuhi unsur pidana maka akan dihentikan pada pembahasan Gakkumdu tahap kedua,” jelasnya.

Dugaan pelanggaran kampanye muncul setelah informasi diterima Bawaslu Boyolali. Lebih lanjut, Bawaslu menindaklanjuti laporan terkait dugaan pelanggaran kampanye Pilkada Boyolali.

Baca:  Polresta Solo Periksa 2 Saksi terkait Dugaan Pembobolan Rekening Maybank

Tim Pemenang Gibran-Teguh Undang Partai Politik Koalisi Angkat Suara Partai Non Pendukung

Berdasarkan informasi awal yang masuk ke Bawaslu, ada kegiatan reses oleh anggota DPRD berinisial SY di Desa Tawangsari, Kecamatan Teras, pada 27 September lalu. Namun, ada dugaan acara tersebut juga akan menjadi ajang kampanye pasangan calon Pilkada Boyolali 2020.

Ketua Bawaslu Boyolali Taryono mengatakan, hingga Rabu pukul 18.25 WIB belum ada pihak yang datang untuk memenuhi panggilan Bawaslu. Baik dari saksi maupun pihak yang diduga melakukan pelanggaran.

"Tidak ada yang datang sampai jam ini [18.25 WIB]Dia juga sempat menyampaikan undangan lain untuk saksi datang besok Kamis (8/10/2020).

Postingan Dugaan Pelanggaran Kampanye Pilkada Boyolali: Seluruh Saksi yang Diminta Bawaslu Muncul Dulu di Solopos.com.