Jadi Favorit, Pemakaian Masker Scuba Dilarang Ma!

sumber: maskeruntuk.id

Di era normal baru ini, pemerintah mewajibkan masyarakat untuk memakai masker saat keluar rumah. Namun, tahukah Anda bahwa tidak semua topeng dapat menahan tetesan air? Baru-baru ini ada pernyataan yang dikeluarkan oleh Satgas COVID-19 terkait larangan penggunaan masker scuba. Mengapa demikian?

Penggunaan Masker Saat Pandemi

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengumumkan rekomendasi penggunaan masker kepada publik. Rekomendasi ini berlaku untuk orang yang sehat atau sakit. Ini membuat produsen masker bedah punya waktu kelebihan beban untuk memasarkan permintaan sehingga masker bedah menjadi langka. Kemudian pemerintah mengumumkan kembali bahwa masker bedah untuk tenaga medis. Sedangkan untuk masker kain tiga lapis. Masker kain tiga lapis dinilai efektif menahan tetesan air untuk mencegah COVID-19.

Sejak itu, produsen masker kain berlomba-lomba membuat masker dengan berbagai bahan kain. Dari bahan katun oxford, hingga masker scuba medium ledakan.

Baca Juga: Pro dan Kontra Masker dan Pelindung Wajah pada Anak

Jenis Masker

Sebenarnya topeng memiliki berbagai macam jenis. Namun, berikut beberapa masker yang banyak digunakan di era normal baru COVID-19.

  • Masker n95

Biasanya digunakan oleh tenaga medis yang memiliki kemungkinan kontak dengan pasien COVID-19. Masker ini memiliki kemampuan yang sangat baik untuk menyaring virus. Namun penggunaannya tidak disarankan untuk umum karena karet pada masker N95 terasa begitu kencang sehingga bisa membuat pusing penggunanya. Selain itu, penggunaan masker N95 sepanjang hari dapat menjadi padat karena filternya yang sangat baik. Harganya lebih mahal dari harga masker lainnya dan hanya bisa digunakan satu kali.

  • Masker filter udara 3M

Memiliki desain yang keren, masker 3M juga lebih aman dan nyaman. Tetapi kemampuannya untuk menyaring virus tidak lebih baik dari topeng N95. Kekurangannya, harganya relatif mahal dan hanya untuk sekali pakai.

  • Masker Bedah / Bedah

Harga masker bedah relatif terjangkau, meskipun digunakan untuk satu kali penggunaan. Bahannya tidak terlalu tebal agar nyaman dan bernapas. Memiliki kemampuan filtrasi yang lebih baik, masker ini direkomendasikan untuk pasien atau seseorang yang mungkin bersentuhan dengan pasien korona.

  • Masker kain 3 lapis

Mudah didapat di pasaran atau bisa juga membuat masker kain di rumah. Mampu menyaring hingga 70 persen partikel. Namun, masker kain tidak dapat menampung partikel yang sangat kecil sehingga pengguna harus menjaga jarak sekitar 1-2 meter dengan orang lain.

  • Penggemar / scuba

Masker scuba dianggap praktis karena desainnya yang pas dan trendi. Harganya sangat terjangkau dan dapat digunakan berulang kali setelah dicuci. Sayangnya, buff dan scuba disebut hanya mampu menyaring hingga 5 persen dari debu, virus atau bakteri sehingga dianggap tidak efektif untuk digunakan mencegah COVID-19 di era normal baru ini. Wah, tidak heran jika penggunaan scuba mask dilarang.

Baca juga: Si Kecil Enggan Pakai Masker? Ikuti tips berikut ini, yuk!

Dilarang menggunakan Masker Scuba

Juru bicara Satgas COVID-19, Wiku Adisasmito, menghebohkan publik dengan pernyataan larangan memakai masker scuba. Pasalnya, menurutnya scuba dan buff tidak disarankan untuk digunakan dalam pencegahan COVID-19, terutama saat berada di Kereta Rel Listrik (KRL). Hal ini dikarenakan scuba dan buff hanya memiliki satu layer sehingga efektifitasnya hanya sekitar 5 persen dalam mencegah virus dan penggunaannya tidak disarankan.

Baca:  Luka Keloid Pasca Operasi Caesar Mengganggu? Hilangkan Yuk, Mams!

Penggunaan masker scuba dilarang karena dinilai belum optimal dalam mencegah virus, pemerintah mengimbau masyarakat untuk meninggalkan masker scuba atau buff. Namun jika sudah membelinya, Anda bisa membuat dua lapis kapas tambahan di bagian punggung agar scuba mask tetap bisa dipakai dan memenuhi standar.

Dr Eng Muhamad Nasir selaku peneliti di LIPI juga menjelaskan bahwa scuba bisa melar saat digunakan. Ini menciptakan pori-pori besar sehingga debi dan bahkan virus bisa masuk.

Tak hanya itu, peneliti dari Duke University di North Carolina (Amerika Serikat) juga berpendapat bahwa buff tidak efektif menahan tetesan agar virus tetap bisa masuk. Menurutnya, orang yang menggunakan buff akan lebih beresiko dibandingkan orang yang tidak menggunakan cover sama sekali. Karena dikhawatirkan tetesan yang terperangkap di buff akan meresap ke permukaan bagian dalam dan langsung menempel di mulut atau hidung pengguna buff. Nah, karena penggunaan masker scuba ini dilarang, ibu-ibu bisa beralih menggunakan masker kain 2 atau bahkan 3 lapis.

Masker yang Direkomendasikan Selain Scuba

Selain scuba, masker yang efektif untuk memblokir tetesan dan virus adalah masker kain 3 lapis. Topeng ini mudah ditemukan dan dibuat sendiri di rumah. Jangan lupa dicuci pakai sabun sebelum dipakai lagi.

Baca Juga: Hindari Virus Corona, Haruskah Pakai Masker N-95?

Scuba merupakan masker yang praktis praktis, murah dan trendi. Belum lagi dengan berbagai desain yang membuat penampilannya semakin menarik. Bagaimanapun, kesehatan lebih penting daripada penampilan. Meski masker scuba dilarang, jenis masker lainnya masih ngetren. Melawan virus tidak harus seperti itu menarik perhatianBaik?

Postingan Jadi Favorit, Penggunaan Masker Scuba Dilarang Ma! muncul pertama kali di Mamapapa.id.