KLB Corona Di Sukoharjo Diperpanjang Sampai 30 November

KLB Corona Di Sukoharjo Diperpanjang Sampai 30 November

Solopos.com, SUKOHARJO – Pemerintah Kabupaten Sukoharjo (Pemkab) kembali memperpanjang status Kejadian Luar Biasa Korona (KLB). Kali ini hingga 30 November 2020.

Perpanjangan status KLB yang kelima kalinya dituangkan dalam Surat Keputusan Bupati Sukoharjo Nomor 440/640 Tahun 2020 tanggal 27 Oktober 2020. Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya mengatakan perpanjangan KLB sudah jatuh tempo. Pasalnya, jumlah tambahan kasus positif korona masih tinggi. Untuk itu diperlukan upaya penanganan yang lebih optimal.

“Kasus positif korona di Sukoharjo belum berkurang, terus meningkat. Jadi KLB belum bisa dicabut dan masih kita perpanjang,” kata Ketua Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 di Sukoharjo Tingkat Kabupaten, Senin (11/2/2020).

Harapan Pekerja UMK di Sukoharjo 2021 juga akan bertambah mengikuti UMP Jawa Tengah

Kendurkan Kegiatan Sosial

Saat KLB, Bupati mengatakan kegiatan masyarakat sudah diatur. Dimana aktivitas sosial budaya di Kabupaten Sukoharjo sudah santai. Kegiatan seperti perayaan atau keramaian dapat dilakukan oleh masyarakat. Namun, syaratnya menerapkan protokol kesehatan dan dihadiri maksimal 50 orang. Hal tersebut diatur dalam Surat Edaran Bupati (SE) Nomor 440/2031/2020 tanggal 19 Agustus 2020 tentang ketentuan penyelenggaraan kegiatan di bidang sosial budaya pada masa pandemi virus corona.

SE Bupati Sukoharjo mengacu pada Inpres Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Virus Corona. Selain itu juga mengacu pada Perbup Nomor 52 Tahun 2020 tentang Pedoman Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Kesehatan dalam Penanganan Virus Corona dan Adaptasi Kebiasaan Baru yang Produktif dan Aman Corona.

417 Orang Lolos Seleksi CPNS Sukoharjo, 7 Lowongan tidak terisi

Di SE, pertemuan dan mobilitas orang di ruang publik untuk kegiatan atau acara khusus di bidang sosial budaya harus ditegakkan dengan protokol kesehatan yang ketat. Kegiatan tersebut antara lain resepsi pernikahan, khitanan, pemakaman, agama, budaya, konser musik, acara olah raga dan sejenisnya.

Baca:  Pria Ini Mutilasi Mantan Pacar, Lalu Bawa Potongan Tubuhnya di Bus

Kemudian setiap kegiatan perayaan yang menimbulkan keramaian juga wajib memiliki izin dari instansi terkait. Bupati mengingatkan agar masyarakat disiplin dalam menjalankan tata tertib kesehatan. Seperti menjaga jarak, memakai masker, dan rajin merawat tangan dengan sabun.

Wabah Sejak 23 Maret

Seperti diketahui, awalnya wabah korona ditetapkan sejak 23 Maret 2020 hingga 29 Mei 2020. Wabah itu kemudian diperpanjang selama dua bulan hingga akhir Juli lalu dan kembali diperpanjang hingga 31 Agustus. Namun, karena kasus positif korona terus berlanjut. naik, KLB kembali diperpanjang hingga 30 September. Perpanjangan kelima dilakukan lagi hingga 30 November 2020.

Cluster Keluarga Dominasi Kasus Positif Covid-19 di Sukoharjo

Sedangkan berdasarkan memperbarui Data per 1 November tidak ada peningkatan kasus positif Covid-19 di Sukoharjo setelah dua hari sebelumnya terjadi peningkatan 41 kasus baru. Akumulasi kasus positif korona di Sukoharjo sebanyak 1.074 kasus. Dari jumlah tersebut, 176 kasus positif masih aktif. Sebanyak 118 pasien di antaranya menjalani isolasi mandiri dan 58 pasien dirawat di rumah sakit. Sedangkan untuk tersangka Korona terdapat 831 orang yang terdiri dari sembilan isolasi mandiri, 34 rawat inap, 775 tuntas pemantauan, 13 meninggal dunia, dan 370 mengepel negatif.

Di sisi lain, kasus positif sembuh juga tidak bertambah, sehingga tersisa 842 kasus dan masih positif 56 orang meninggal dunia, kata juru bicara Satgas Percepatan Penanganan Coronavirus Sukoharjo Yunia Wahdiyati.

Libur Panjang, Sukoharjo Tambah 41 Kasus Positif Covid-19 dalam 2 Hari

Sebaran 176 kasus aktif korona positif tersebar di 12 kecamatan. Kecamatan Grogol 64 orang, Kartasura 42 orang, Sukoharjo 3 orang, Mojolaban 13 orang, Baki 8 orang, Tawangsari 3 orang, Bendosari 11 orang, dan Nguter 3 orang. Kemudian Polokarto 13 orang, Weru 2 orang, Gatak 10 orang, dan Bulu 3 orang.

Pasca Wabah Corona Di Sukoharjo diperpanjang hingga 30 November muncul pertama kali di Solopos.com.