Semua Korban Covid-19 di Klaten Dipastikan Punya Penyakit Penyerta, Rata-Rata Diabetes & Hipertensi

Semua Korban Covid-19 di Klaten Dipastikan Punya Penyakit Penyerta, Rata-Rata Diabetes & Hipertensi
komorbiditas covid-19

Solopos.com, KLATEN – Jumlah kasus positif positif Covid-19 di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah yang dinyatakan meninggal hingga Selasa (22/9/2020) sore mencapai 21 orang. Semua pasien Covid-19 yang meninggal dipastikan memiliki penyakit penyerta atau penyakit penyerta.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Klaten Anggit Budiarto mengatakan, hingga saat ini kasus pasien Covid-19 yang meninggal tidak hanya satu kasus atau hanya terpapar virus. korona. Semua pasien meninggal memiliki penyakit penyerta.

"Tidak ada kasus kematian karena ini kasus tunggal. Pasien meninggal karena penyakit penyerta. Rata-rata DM [diabetes melitus] dan hipertensi, ”kata Anggit saat ditemui di Gedung Sunan Pandanaran, Klaten, Selasa (22/9).

Terkait pemakaman, Anggit mengatakan dilakukan sesuai dengan domisili masing-masing dengan tetap berpegang pada protokol kesehatan pencegahan Covid-19. "Ada penolakan [pemakaman dengan protokol kesehatan]. Tapi sekarang ada banyak orang Selamat datang, "jelasnya.

Kisah Mbah Sarikem, perempuan tertua di Sragen, berumur 1,1 abad

Soal angka kematian atau case fatality rate akibat Covid-19, menurut Anggit masih di bawah angka kematian di Jawa Tengah. Berdasarkan data yang dihimpun hingga Selasa (22/9/220) pagi, jumlah kasus Covid-19 di Klaten mencapai 587 dengan 449 pasien sembuh dan 21 orang meninggal.

Dengan nomor itu, tingkat kematian kasus Akibat Covid-19 di Klaten hingga saat ini 3,57%.

Terkait upaya pencegahan angka kematian akibat Covid-19 yang terus meningkat rata-rata dengan penyakit penyerta, Anggit mengatakan disiplin penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 masih menjadi kuncinya.

“Yang penting terutama mereka yang berada dalam kelompok rentan tidak perlu pergi kemana-mana karena belum diketahui berapa lama akan berakhir. Perlu diketahui bahwa Anda berisiko tinggi tinggal di rumah. Jika memiliki mobilitas tinggi, kesehatan yang ketat protokol harus diterapkan, "katanya.

Baca:  Masih Jomblo di Usia 30-an, Intip Pesona 9 Selebritas yang Kian Tampan

Bupati

Sementara itu, Bupati Klaten Sri Mulyani mengatakan kasus Covid-19 di Klaten pertama kali terjadi pada 1 April hingga pemerintah kabupaten menetapkan kejadian luar biasa. Saat itu, seorang warga Klaten dipastikan positif Covid-19 yang diduga terjangkit virus tersebut korona saat bepergian ke luar daerah.

Warga Sragen Ini Belum Sadar Puluhan Tahun Menggunakan Benda Cagar Budaya, Cuma Bikin Yayasan

Diakui Sri Mulyani, hampir setiap hari ada tambahan pasien yang dipastikan positif Covid-19, termasuk pasien yang dinyatakan sembuh. Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, sejak Selasa (9/1/2020) hingga Senin (21/9/2020) setiap hari ada tambahan pasien yang dipastikan positif.

Baru pada Rabu (16/9/2020) tidak ada lagi pasien yang dipastikan positif Covid-19. Terkait kondisi tersebut, Sri Mulyani mengatakan bertambah tidaknya kasus Covid-19 bergantung pada tingkat kedisiplinan warga.

“Disiplin masyarakat yang menentukan ditambah atau tidaknya dan kejujuran. Oleh karena itu, kami terus mengimbau agar disiplin untuk mematuhi protokol pencegahan Covid-19 dipatuhi,” ujarnya.

Postingan Semua Korban Covid-19 di Klaten Dikonfirmasi Memiliki Penyakit Pelengkap, Rata-Rata Diabetes & Hipertensi muncul pertama kali di Solopos.com.