Solopos Hari Ini: Daerah Juga Kritis

Solopos Hari Ini: Daerah Juga Kritis
Koran Solopos Today edisi Jumat (11/9/2020) mengulas area yang juga kritis akibat pandemi Covid-19.

Solopos.com, SOLO--Koran Solopos Today edisi Jumat (11/9/2020), mengulas area yang juga kritis akibat pandemi Covid-19.

Kondisi rumah sakit yang pas-pasan menampung pasien Covid-19 tak hanya terjadi di Jakarta. Dua wilayah lain di Jawa, yakni Jawa Tengah (Jawa Tengah) dan Banten, juga mendekati ambang batas aman.

Hal ini menyebabkan seruan untuk pembatasan sosial skala besar (PSBB) untuk diberlakukan selain di Jakarta atau secara nasional.

Baca lebih lanjut tentang Solopos E-paper.

Dibela oleh 10X Entertainment, Netizen Meragukan Kim Woo-Jin

Zona Risiko Asynchronous Pusa-Daerah

Perbedaan data terus terjadi antara pemerintah daerah dan pusat. Perbedaan tersebut juga menyebabkan perbedaan status zona risiko yang menjadi dasar pengambilan kebijakan, termasuk pembukaan sekolah.

Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Sragen menyatakan Sragen termasuk zona merah Covid-19 atau berisiko tinggi pasca ledakan kasus positif Covid-19 berdasarkan 15 indikator epidemiologi. Status zona Covid-19 di Kabupaten Sragen berbeda dengan status di Provinsi Jawa Tengah dan tingkat nasional yang menunjukkan Sragen masih zona oranye atau berisiko sedang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen, dr. Hargiyanto menjelaskan perbedaan status zona risiko Covid-19 di Sragen saat ditemui Espos di Lapangan Sasana Langen Putra Sragen, Kamis (10/9).

Hargiyanto membenarkan status Sragen di tingkat Provinsi Jawa Tengah masih dalam zona oranye. Hargiyanto bahkan mencontohkan pemutakhiran risiko di Sragen, Jawa Tengah hingga Kamis yang masih berada di zona oranye. Data ini dihitung untuk periode 6-12 September 2020.

Baca lebih lanjut tentang Solopos E-paper.

Bersihkan Sungai Selama 15 Menit

Tim gabungan TNI / Polri dan Pemerintah Kota Solo memulai operasi justisikal penggunaan masker di masyarakat, Kamis (10/9/2020), seiring dengan penandatanganan Perwali Solo terkait kewajiban melaksanakan protokol kesehatan berupa pemakaian. masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan menghindari keramaian. .

"Saya tidak panjang lebar, itu mulai sore hari [Kamis] karena saya menandatangani instruksi pagi ini, tentunya instruksi ini akan berlaku untuk seluruh masyarakat. Kalau ada yang tidak memakai masker, sanksinya membersihkan saluran drainase atau sungai selama 15 menit, ”kata Walikota Solo F.X. Hadi Rudyatmo, Kamis (10/9).

Baca:  Sehatkan Janin, Ini 7 Buah yang Baik untuk Ibu Hamil!

Pernyataan tersebut disampaikan Rudy, pada saat Pembagian Masker Serentak, Kampanye Jaga Jarak dan Hindari Keramaian dalam Rangka Operasi Justis Penggunaan Masker dan Pilkada 2020 yang Aman, Damai dan Sehat, di depan Pasar Gede Solo. Acara tersebut diprakarsai oleh Polda Solo. Sebanyak 100.000 masker dibagikan kepada masyarakat Solo.

Rudy mengajak seluruh elemen masyarakat seperti tokoh agama, tokoh masyarakat, pengusaha, parpol, TNI / Polri ke cawali-cawawali Solo, untuk bersinergi mengkampanyekan penggunaan topeng. “Kalau digerebek, sekali bersih sungai itu 15 menit, kalau dua kali 30 menit,” terangnya.

Baca lebih lanjut tentang Solopos E-paper.

550 Spesies Mamalia Akan Mengikuti Jejak Mammoth

Buka Rapat Umum Hanya Sekali per pasangan calon

Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) kembali direvisi, terutama terkait poin kampanye paslon yang akan disesuaikan dengan wabah Covid-19. Ketua KPU Kota Solo Nurul Sutarti mengatakan, pasangan calon nanti hanya diperbolehkan menggelar rapat umum terbuka satu kali selama masa kampanye. Selebihnya, mereka diminta memaksimalkan kampanye online.

“Dialog tatap muka diperbolehkan tapi tetap protokol kesehatan, peserta maksimal 50 orang. Temu publik terbuka paling banyak dihadiri 100 orang, dilaksanakan di ruang terbuka hanya sekali. Nanti kita tentukan jadwalnya nanti Sesuai ketentuan KPU, masa kampanye berlangsung 3 hari setelah ditetapkan sebagai calon resmi hingga 14 hari sebelum masa tenang, ”ujarnya kepada wartawan, Rabu (9/9) sore.

Nurul mengatakan, saat ini pihaknya sedang menunggu hasil tes kesehatan yang akan diterima pada Sabtu (12/9).

Baca lebih lanjut tentang Solopos E-paper.

Kiriman Solopos Hari Ini: Juga Wilayah Kritis muncul pertama kali di Solopos.com.